Tanjungpinang — Sebanyak 85 mahasiswa STISIPOL Raja Haji mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan bertajuk “STISIPOL Raja Haji Goes To Museum: Mengenal Koleksi Museum sebagai Media Pembelajaran Sejarah dan Budaya Melayu” di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dipandu langsung oleh dosen pengajar, Rendra Setyadiharja, sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan (experiential learning) dalam memahami sejarah dan budaya Melayu secara lebih kontekstual.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya menerima penjelasan teoritis di ruang kelas, tetapi juga diajak mengamati secara langsung berbagai koleksi sejarah yang tersimpan di museum, mulai dari artefak budaya Melayu, dokumen sejarah, peralatan tradisional, hingga benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan perkembangan Kesultanan Melayu di Kepulauan Riau.
Menurut Rendra Setyadiharja, museum memiliki peran penting sebagai ruang edukasi publik yang mampu mempertemukan mahasiswa dengan jejak sejarah secara nyata. Ia menilai pembelajaran di lapangan dapat membantu mahasiswa memahami sejarah dan budaya tidak sekadar sebagai hafalan, tetapi sebagai bagian dari identitas sosial dan peradaban masyarakat Melayu.
“Mahasiswa perlu melihat langsung sumber-sumber sejarah agar memiliki pengalaman belajar yang lebih hidup. Museum menjadi media pembelajaran yang sangat penting untuk memahami perkembangan budaya Melayu, nilai-nilai tradisi, serta perjalanan sejarah daerah,” ujarnya.
Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa tampak aktif berdiskusi, mendokumentasikan koleksi museum, serta menggali informasi mengenai makna budaya dari berbagai benda yang dipamerkan. Antusiasme peserta terlihat ketika pemandu museum menjelaskan sejarah sejumlah artefak yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Melayu tempo dahulu.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya STISIPOL Raja Haji dalam menghadirkan model pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif. Kampus mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dengan sumber belajar di luar kelas agar proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada pengalaman empiris dan penguatan karakter kebudayaan lokal.
Selain memperluas wawasan sejarah, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya Melayu di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi. Dengan mengenal museum secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa sejarah bukan hanya cerita masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun identitas dan masa depan masyarakat.
