Bintan, Rabu 19 November 2025 – STISIPOL Raja Haji bekerja sama dengan Forum TBM Tanjungpinang kembali menghidupkan ruang dialog publik melalui Diskusi Literasi bertema “Provinsi Baru Pasca Reformasi”. Kegiatan yang berlangsung di Mini Auditorium STISIPOL Raja Haji ini menghadirkan penulis buku Provinsi Baru Pasca Reformasi Priyo Handoko, akademisi Zamzami A. Karim, dan Endri Sanopaka sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Priyo Handoko menegaskan bahwa pemekaran provinsi pascareformasi tidak dapat dipisahkan dari konteks perubahan politik nasional. Menurutnya, buku yang ia tulis merangkum perjalanan panjang pemekaran daerah, termasuk motif, dinamika, hingga konsekuensi terhadap tata kelola pemerintahan.
“Dari proses hingga dampaknya terhadap struktur pemerintahan, semuanya kami rangkum secara komprehensif,” ujar Priyo.
Sementara itu, Zamzami A. Karim memberikan perspektif akademik mengenai tantangan yang dihadapi dalam pemekaran wilayah. Ia menilai bahwa pemekaran sering kali berkelindan dengan kepentingan politik serta persoalan struktural yang belum sepenuhnya teratasi.
“Pemekaran tidak hanya bicara soal politik, tetapi juga tantangan struktural yang kompleks. Dampaknya nyata pada kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah,” ungkap Zamzami.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa, dosen, pegiat literasi, hingga masyarakat umum mengajukan pertanyaan seputar efektivitas otonomi daerah, potensi lahirnya ketimpangan baru, serta masa depan kebijakan pemekaran dalam dinamika politik nasional yang terus berubah.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta ajakan untuk terus memperkuat budaya literasi melalui forum diskusi berkala. Pihak kampus dan Forum TBM Tanjungpinang menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan ruang-ruang edukatif yang mendorong pemahaman publik terhadap isu-isu kebangsaan aktual.

