Tanjungpinang, Jumat 14 November 2025 – Mahkamah Konstitusi (MK) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji menyelenggarakan Dialog Konstitusi di Mini Auditorium STISIPOL Raja Haji. Acara resmi dibuka oleh Ketua STISIPOL Raja Haji, Ferizone, yang menegaskan pentingnya ruang diskusi akademik dalam memperkuat pemahaman mahasiswa tentang konstitusi dan demokrasi.
Mengusung tema “Meneguhkan Konstitusi dalam Menjaga Demokrasi dan Keadilan”, kegiatan ini menghadirkan Hakim Konstitusi Anwar Usman sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu oleh Rendra Setyadiharja, dosen sekaligus Wakil Ketua II STISIPOL Raja Haji.
Dalam paparannya, Anwar Usman menekankan bahwa konsep keadilan harus dipahami sebagai kemampuan menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya. Ia menyampaikan bahwa keadilan tidak pernah benar-benar hilang, melainkan akan selalu kembali hadir dalam proses kehidupan.
“Keadilan itu tidak pernah tidur—hanya terbaring sejenak sebelum bangkit kembali. Dan keadilan sejati hanyalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Anwar juga berpesan kepada para peserta agar senantiasa menjauhi sifat sombong, seraya mengingatkan bahwa manusia harus menyadari keterbatasannya. “Jangan pernah sombong, karena di atas langit masih ada langit,” tambahnya.
Dialog ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Sosiologi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memperluas pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai konstitusi serta peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga sistem ketatanegaraan Indonesia.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan mendapat apresiasi langsung dari Anwar Usman, yang memuji semangat para peserta dan dosen dalam menggali isu-isu konstitusi lebih mendalam.
