Tanjungpinang, 16 Juli 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji resmi menggelar Workshop Pembentukan Pusat Kajian bertajuk “International Centre of Social Science for Environment, Governance and Planetary Hub”, yang berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal pendirian pusat studi multidisipliner bertaraf internasional yang fokus pada isu-isu sosial, lingkungan hidup, tata kelola, dan keberlanjutan planet. Workshop ini tidak hanya mempertemukan dosen dan peneliti internal kampus, tetapi juga menghadirkan mitra eksternal yang membawa inovasi pembelajaran berbasis kesadaran lingkungan, salah satunya melalui media edukatif seperti permainan “EnviraNess: Environmental Awareness Fun Game”.
“Pembentukan pusat kajian ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik kampus dalam menghadapi tantangan global, terutama krisis lingkungan dan tata kelola yang inklusif,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi untuk Inovasi Edukatif
Penyerahan media edukasi EnviraNess secara simbolik menjadi momen penting dalam workshop ini. Game interaktif ini dirancang sebagai alat bantu dalam pendidikan lingkungan yang menyenangkan dan aplikatif, baik di dalam kelas maupun kegiatan lapangan. Kolaborasi tersebut menandai awal dari sinergi antara STISIPOL Raja Haji dengan mitra pengembangan pendidikan lingkungan dan tata kelola keberlanjutan.
Langkah Strategis Menuju Internasionalisasi Kampus
Dengan dibentuknya pusat kajian ini, STISIPOL Raja Haji menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan visi sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga aktif dalam jaringan keilmuan internasional. Fokus utama pusat ini ke depan mencakup:
- Riset kolaboratif lintas negara
- Advokasi kebijakan berbasis sains sosial dan lingkungan
- Produksi pengetahuan lokal yang dapat diakui di forum global
Workshop ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi agenda-agenda akademik jangka panjang yang responsif terhadap perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan tantangan pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan dan perbatasan.
