Tanjungpinang — Sebanyak 79 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji secara resmi diberangkatkan untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lingga, Sabtu pagi (13/7/2025). Pemberangkatan dilakukan melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura dan akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, hingga 24 Agustus 2025.
Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema “Pengembangan Kolaboratif Kawasan dan Penguatan Nasionalisme berbasis Kearifan Lokal”, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa serta mendorong pelestarian nilai-nilai lokal di tengah tantangan modernitas.
“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas akademik, tetapi juga bentuk konkret kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kami ingin KKN menjadi ruang kolaboratif antara kampus dan desa,” ujar Endri Bagus Prastiyo, Ketua Panitia KKN STISIPOL Raja Haji.
Delapan Desa Jadi Lokasi Pengabdian
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa akan disebar ke delapan desa di Kabupaten Lingga, yaitu:
- Kelombok
- Mepar
- Kelumu
- Nerekeh
- Musai
- Resun
- Resun Pesisir
- Rantau Panjang
Penempatan ini bertujuan untuk meratakan distribusi program pengabdian, dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi masing-masing desa. Setiap kelompok mahasiswa akan merancang kegiatan yang relevan dan adaptif terhadap konteks lokal, mulai dari edukasi, pemberdayaan ekonomi, hingga promosi budaya setempat.
Sinergi Kampus dan Komunitas Desa
KKN ini juga menandai komitmen STISIPOL Raja Haji dalam menjalin sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan komunitas akar rumput. Tema besar yang diusung menekankan pentingnya pembangunan berbasis potensi lokal dan semangat kebangsaan, sebuah pendekatan yang dianggap relevan dalam dinamika geopolitik dan sosial di wilayah kepulauan seperti Lingga.
Lebih lanjut, Endri menyebut bahwa setiap kelompok telah dibekali pelatihan dan koordinasi sebelumnya. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya hadir sebagai “pengajar”, tetapi juga sebagai pembelajar sosial yang mampu membaca dinamika masyarakat secara reflektif dan solutif.
Penutup: Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Melalui program ini, STISIPOL Raja Haji berharap dapat memupuk jiwa kepemimpinan, solidaritas sosial, serta kesadaran nasionalisme mahasiswa. Tak hanya itu, hasil kegiatan KKN juga diharapkan dapat dirumuskan dalam bentuk laporan akademik dan policy brief yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi pembangunan desa.
Pelaksanaan KKN ini sekaligus mempertegas peran STISIPOL sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan sarjana, tetapi juga melahirkan aktor perubahan yang tangguh, kontekstual, dan berpihak pada kemajuan masyarakat.
